skip to main | skip to sidebar

Sunday, December 9, 2012

resensi novel si kabayan

“ RESENSI KARYA SAsTRA ( NOVEL ) “
“ SI KABAYAN “
 
 


1.  Identitas buku
  Judul novel : Si Kabayan
  Penagarang novel : M.O.Kusman
  Di ceritakan kembali oleh : Yeni Mulyani Supriatin
  Pemeriksa bahasa : Djamari
  Perwajahan : Sunarto Rudy
  llustrator : Indra
  penerbit novel
•  cetakan pertama : Bagian proyek pembinaan buku sastra
Indonesia dan Daerah-Jakarta,pusat bahasa ,
2004.
•  cetakan kedua : Pusat Bahasa,Kementerian Pendidikan
Nasional,2010.
  Sinopsis novel
Novel yang berjudul si kabayan ini merupakan novel yang menceritakan
tentang kehidupan seorang lelaki yang bernama kabayan .Di dalam novel ini, di samping
penuh dengan kelucuan-kelucuan yang di timbulkan oleh sikap kabayan seperti di kutip
dalam kutipan “ orang-orang yang sedang berpesta terkejut mendengar suara itu. Lalu
mereka memalingkan kepala kearah datangnya suara itu. Setelah mengetahui orangnya,
tampaklah si kabayan sedang berkeliling. Mereka heran melihat si kabayan telanjang
mengelilingi rumah, sambil mengukur-ngukur dengan tangannya”. Si kabayan ,yang
dalam mitosnya terkenal sebagai manusia pemalas,seperti di kutip dalam kutipan
“ dengan malas,si kabayan bangun,menatap istrinya yang sedang berdiri sambil
membawa jeujeur pancing”.Sesungguhnya kabayan memeliki daya pikir yang luar biasa
cerdiknya sehingga orang lain bahkan mertuanya tidak dapat menandingi kecerdikannya ,
seperti di kutip dalam kutipan “ jawaban si kabayanhanyalah rintihan-rintihan kecil.
Setelah suara mertuanya tidak terdengar lagi, suararintihan si kabayan hilang berganti
dengan suara dengkuran yang keras”.
SI kabayan  3
2.  Jenis novel
Cerita di dalam novel yang berjudul “ si kabayan “ ini merupakan jenis novel atau
karangan fiksi ,karena novel ini dengan ketidaknyataan yang ada pada saat itu.Cerita si
kabayan ini merupakan cerita sastra lisan masyarakat sunda yang pada saat itu belum
banyak yang mengetahuinya karena faktor bahasa.Sehingga di buat novel dan
menggunakan bahasa Indonesia sehingga banyak yang mengetahuinya.
3.  Isi novel
  Kelamahan novel
  Banyak terdapat atau menggunakan bahasa daerah yangmembuat
sebagian pembaca kurang mengerti.
  Di dalam cerita ini masih banyak menggunakan bahasayang kurang resmi
atau baku.
  Pembaca yang suka alur sempit dan cerita yang singkat maka buku ini
cocok untuk pembaca novel.
  Keunggulan novel
  Mempunyai daya tarik yang kuat bagi pembacanya
  Memiliki kelucuan di dalam ceritanya, sehingga membuat pembaca tidak
bosan
  Memeiliki beberapa episode,sehingga adanya kepaduanalur cerita dan
tidak membosankan.
  Memiliki alur yang pendek dan cerita yang singkat,sehingga tidak bosan
di baca walaupun berulang kali.
  Memiliki ilustrasi gambar sehingga pembaca dapat merasakan dan
mengetahui secara langsung kejadian di dalam cerita.
4.  Himbauan kepada pembaca
Novel yang berjudul “ si kabayan “ ini sangat menarik. Salah satu yang membuat
menjadi menarik dalam cerita ini adalah setiap ceritanya yang memiliki kejadian-kejadian lucu sehingga membuat pembaca tertarik untuk membacanya
Selain itu novel ini memeiliki beberapa episode dalam ceritanya,yang membuat
pembaca akan lebih penasaran dengan setiap ceritanya dan membuat pembaca tidak
bosan dalam membaca novel ini.
SI kabayan  4
Jadi setelah selesai membaca resensi yang berjudul  “ si kabayan “ ini kiranya
dapat memberikan kepuasan dan hiburan bagi para pembaca.
5.  Ringkasan novel
“ si kabayan mencari keong sawah “
Dari jendela rumah,pemandangan pertama yang tersuguh tiada lain gunung-gunung dengan puncak bukitnya memagari pedesaan dengan kuatnya. Nyi iteng sering
melayangkan pandang kearah gunung-gunung, rasa itu  tiba-tiba lenyap, manakala terdengar
dengkur suaminya yang naik turun seiring dengan gerakan dadanya. Ia menoleh ke kanan dan
kekiri mencari abah dan ambunya,tetapi tidak seorang pun ia temui “ ah, abah dan ambu
sudah pergi ke ladang,” katanya dalam hati.
Tanpa terasa hari semakin siang. Matahari bersinar amat terang. Nyi iteng sudah
lama di dapur, sudah mencuci, menanak nasi, jerang  air, perut nyi iteng berbunyi “
ah,rasanya lapar “.
Nyi iteng mengambil piring dan menyendok nasi.” Tapi apa lauknya , ya ?” ia
bertanya dalam hati.
“ ah,seandainya makan lauk tutut ( keong sawah )  pasti nikmat,”bisiknya”.tapi
mana si borokokok teh?”. Kang,kang kabayan!”teriaknya”. tapi tidak ada sahutan. Di
lihatnya ternyata jabayan masih dalam tidur yang pulas, tidak ragu-ragu lagi di ambilnya
jeujur pancing dan di tekankan pada perut kabayan.
Si kabayan terperanjak dan dengan malas, si kabayan bangun, dan menatap
istrinya yang sedang berdiri sambil membawa jeujur pancing.
“ hah, mengganggu saja! Aku sedang bermimpi menangkap kancra.sudah lepas
gara-gara kamu,nyai!berisik!
“ jangan ngelantur, heh!” kata istrinya tidak kalah sengit.”mendingan mencari
tutut untuk makan, hayoh!nasi sudah matang.apa mau makan Cuma lauk garam ?”
“mencari tutut ke mana,nyai? Segitu sudah siangnya?”Tanya si kabayan.
“mencari kemana?tutut biasanya ada di mana?tidak  ada keinginan
amat!ya,sawah!nati di sayur kan bumbunya sudah ada!tutur nyi iteng. Si kabayan bangun
dengan malas-malasanlau meninggalkan rumah dengan mengomel.
Karena si kabayan tidak ada tanda-tanda bakal pulang,nyi iteng menyusul ke
sawah.dari jauh tampak suaminya sedang berjongkok saja di atas pematang sawah sambil
memeganag bamboo yang panjang.
SI kabayan  5
“kang kabayan,sedang apa?”
“lah,kan sedang mencari tutut.kan nyai mau nyanyur tutut?”
“masa di korek-korek dari atas galengan? Turun kesana,gitu!”
Nyai iteng sangat kesal.tanpa ragu-ragu lagi suaminya di dorong ke dalam sawah.
Byur,si kabyan jatuh ke sawah sambil cengar-cengir,”eh,kok dangkal,ya?”
Nyai iteng tidak bicara lagi.ia berbalik dan pulang sambil mengomel-ngomel. Si
kabayan tidak menanggapinya. Ia hanya memandang punggung istrinya.
“ silahkan saja,nyai pulang. Aku akan berendam dulu! Nanti tutut pasti aku bawa
pulang untuk makan!”
“ si kabayan cari perhatian “
Si kabayan sedang sakit hatinya. Tetangganya pesta,tetapi ia tidak diundang.
Padahal, rumahnya hanya terhalang beberapa rumah dari tetangganya yang sedang pesta itu.
Tetangga itu pesta besar-besaran, malah memotong kambing segala.
“memang keterlalauan ki silah. Orang yang jauh saja di undang, ini tetangga yang
setiap hari bertemu muka malah tidak di undang,”kabayan mengomel dalam hatinya. Ia
berpikir mencari akal supaya dapat pergi ke pesta itu.”bagaimana ya caranya agar aku dapat
pergi ke pesta itu?”
Setelah mendapat akal yaitu ia akan menarik perhatian semua orang,kabayan
masuk ke dalam rumahnya.lantas ia melepas satu persatu baju dan kainnya. Lalu tertawa, “
he..he..ini pasti berhasil menarik perhatian orang.Hanya sekedar kain yang menutupi
auratnya. Si kabayan turun dari rumahnya,lalu menuju rumah tetangganya yang berpesta.
Setelah sampai di samping rumah itu,kabayan mulai menjalankan aksinya. Sambil
mengelilingi rumah dengan tangan di rentangkan, kabayan teriak,’sadeupa….dua
deupa…tiga deupa…empat…lima….’’
Orang-orang yang sedang berpesta terkejut mendengar suara itu. Situasi menjadi
tidak menentu ada yang menjerit ada juga yang geleng-geleng kepala. Perhatian semua
orang tertuju kepada kabayan. Mengetahui para tamu  gaduh , ki silah keluar sambil
bertanya-tanya,” ada apa …? Mengapa ribut?”
“ itu…lihatlah!” kata seorang tamu sambil menunjuk kabayan. “kabayan ?sedang
apa? Lagi pula mengapa telanjang?”seru ki silah terkejut.
SI kabayan  6
“saya begini karena tidak di undang! Dari tadi belum mengerti saja!jawab si
kabayan dengan tegas.
“aduh kabayan , mengapa dari tadi tidak kamu katakana?”seru ki silah.
“kan aki tidak menannyakan,” jawabnya singkat.
“maafkan,kabayan!sekali lagi maaf,kami khilaf. Mungkin kamu terlewatkan atau
mungkin saja terlupakan.”ah sudahlah kabayan,kalau begitu,sekarang pulanglah dahulu,pakai
baju yang pantas.buru=buru kembali kembali,mumpung acara belum di mulai!” kata tetangga
itu penuh haru.
Dari luar dia sudah berteriak memanggil-manggil istrinya,” nyai, nyai iteung!”.
Istrinya keluar. Akan tetapi, ketika melihat si kabayan ia malah menjerit, “ ya allah,kang!apa-apaan ini?”
“ih.. jangan terkejut nyai!justru dengan melakukan ini kita di undang !”.
“hah..bagaimana caranya?”istrinya penasaran.” Nantisaja, certanya panjang. Sekarang akang
mau pakai baju dulu!”
“ sok…sok ganti baju, kan kita ke undangan!”.”ah…akang saja..!” kata nyai iteng.
Si kabayan tidak memaksa istrinya. Ia akan pergi  sendirian. Ia pun duduk di
depan bersama-sama dengan tamu yang lain.
“si kabayan menyembunyikan ikan”
Hari masih pagi, tetapi si kabayan dan mertuanya sudah berada di pinggir sungai.
Hari itu warga kampung akan membendung sungai untukmengambil ikan. Kepala desa
berencana menjamu tamu-tamunya, makan siang dibalaidesa.
“ ah, enaknya jadi pejabat!”kata kabayan dalam hati.” Bah! Kapan ya kita jadi
pejabat?” kata kabayan kepada abahnya.
“hah, kamu mau jadi pejabat?” seru abahnya.
“iya,bah!supaya kita tidak susah. Buktinya pejabat datang, kita harus repot
mencari untuk di sajikanke pejabat.” Kamu yang dipikirkan makan melulu! Pejabat itu
urusannya banyak harus mengurus rakyat dan sikapnyamacam-macam.jawab abah.
“ih, kalau begitu saya tidak ingin menjadi pejabat! Ngurus istri satu saja sudah
susah!”. Abah kabayan tersenyaum mendengar jawaban mantunya.
Kira-kira pukul 09,00 kabayan mulai sibuk menangkap ikan. Ada kalanya
menyasar-nyasar batu yang besar yang ada di tepi sungai. Gep, tangannya menyentuh tawes
yang besar,saat akan di masukkan ke dalam korang-nya,pak kades akan berteriak untuk di
SI kabayan  7
masukkan ke dalam ember yang di sediakan yang harusdi masak untuk tamu. Untuk kedu
dan ketiga kalinya kabayan mendapat ikan nilam dan  kancra yang besar. Saat akan di
masukkan ke dalam korang-nya ( tempat ikan ) pak kades akan berteriak untuk di masukkan
ke dalam ember.
Si kabayan mengeluh dalam hati,”dari untuk tamu…semua untuk tamu. Kapan
untukku? Sambil berkata begitu, si kabayan terus berjalan keaarah lain,si kabayan
memasukkan tangannya kembali ke dalan sungai dankep, si kabayan mendapat nilam lagi.
Dengan cepat nilam itu di masukkan ke dalam korang-nya. Ia pun meminta izin kepada pak
kades untuk istirahat,dengan tujuan membakar ikan nilam yang di dapat tadi.
Hati si kabayan kesal. “Dasar kepala desa!yang di pikirkan tamunya saja!masa
semuanya untuk tamu. Ikan nilam baru di makan sepotong. Tiba-tiba terdengar suara si
kabayan yang berteriak-teriak. Ia berteriak-teriak memanggil abahnya.
“ aduh ..aduh…bah! sakit perut!” katanya terputus-putus.
“makan apa tadi kamu,kabayan? Mengapa tiba-tiba sakit perut?makan paray atau
bogo?”Tanya mertuanya.
“bukan, bah saya tidak makan paray atau bogo, saya makan nilam!” jawabnya.
Orang-orang yang berada di situ menghampiri kabayandan menanyakan apa yang terjadi
takterkacuali juga pak kades.lalu kabayan pun berkata “tidak tahu apa sebabnya. Yang jelas
setelah makan nilam, tiba-tiba perut saya mulas. Mata menjadi berkunang-kunang,mungkin
nilam itu ada racunnya “. Orang-orang sekitar pun percaya , dan melaporkan hal itu pada pak
kades. Kepala desa sangat terpengaruh dengan berbagai keterangan si kabayan dan orang-orang sekitar. Apalagi melihat sakit kabayan yang  semakin parah. Keputusan sudah bulat,
rombongan harus meninggalkan sungai itu. Pikirannyaterbawa bayangan yang
menakutkan,seandainya ikan-ikan itu di suguhkan kepada tamu-tamunya.
Setelah orang-orang dan pak kades meninggalkan sungai itu, pelan-pelan si
kabayan bangkit karena sejak tadi ia berbaring saja. Mertuanya pun tidak mengelakkan
pandangan itu. Kini ia heran dengan tingkah laku menantunya itu.
“ abah..abah..ke sini! Cepat tangkap ikan-ikan itu!” seru si kabayan.” Hai abah!
Jangan diam saja. Ayo ! cepat kemari! Tangkap ikan-ikan ini!” serunya. Abah semakin
terbengong-bengong mendengar keterangan menantunya.
Si kabayan melanjutkan perkataannya,” nilam untuktamu,dapat tawes dan kancra
untuk tamu. Lalu untuk kita mana? Paling-paling hanya dapat paray dan bogo,” kata
kabayan sambil tersenyum.” Wah, bah! Ini sih cukup untuk seminggu! “ kata si kabayan.
Mertuanya tidak membalas perkataan si kabayan.ia  terus saja berjalan menuju
rumahnya. Namun ,dalam hatinya ia berkata,”dipikir-pikir sepertinya benar yang di katakan
SI kabayan  8
kabayan itu. Seandainya tadi kabayan tidak berpura-pura sakit, pasti hanya mendapat ian
paray dan bogo yang kecil-kecil.
“ si kabayan jadi embah “
Hari masih siang, tetapi matahari sudah tidak tampak lagi. Mendung di langit
mulai mengancam,pertanda hari akan turun hujan. Hujan turun ketika nyai iteng sedang
mengemasi dapur dan mencuci piring. Sementara suaminya berbaring-baring sambil
memeiliki pikiran ,jika sudah musim hujan pasti pekerjaan bertambah berat. Pertama,
membuka lading. Lalu,membersihkan lading itu. Sampah-sampahnya mesti di bakar untuk
menggemburkan tanah. Tahap, berikutnya,pekerjaan yang terasa paling berat bagi si
kabayan, mencangkul.
Keesokan harinya saat akan di ajak oleh abahnya ke ladang, kabayan pun berpura-pura sakit.”kabayan, kabayan , mengapa?” si kabayanmenjawab dengan pelan, “ aduh, aduh,
sakit, kepalaku berdenyaut-denyut.” Mendengar suarasi kabayan yang tertahan dan pelan,
mertuanya menjadi iba. Ia tentu tidak akan mengajakbekerja orang yang sedang sakit. Ia
akan berangkat dengan istrinya yang sejak tadi sudah siap.
Si kabayan sore itu sedang berada di ruang tengah. Ia tidak sempat beranjak ke
kamar ketika mertuanya masuk. Si kabayan duduk menyambut kedatangan mertuanya.
“bah!ambuh! baru dating ?”
“ bagaimana, kabayan?” Tanya abah.
“mendingan,bah.
“ syukurlah. Besok kamu pergi ke pasir muncang menemani abah .”
“iya,kabayan ! besok menemani abah ke pasir muncang. Ambu mah segitu juga
sudah capek!” kata ambu. “ sipa bah!ambu! besok mahsaya pasti segar.”
Janji si kabayan tinggalah janji. Keesokan harinya,si kabayan tidak muncul-muncul,
sedangkan mertuanya sudah siap dan memanggil-manggil kabayan. Namun , tidak terdengar
jawaban. Berkali-kali mertuanya memanggil, bahkan mengetuk pintu kamarnya, tetap tidak
ada jawaban.
Abah merawat ladangnya dengan penuh kesabaran. Akhirnya saat yang din anti-nanti pun tiba besok abah akan panen. Kebahagiaan abah itu di curahkan kepada istrinya.
SI kabayan  9
“ ambu, mala mini abah sangat gembira. Besok kitaakan panen. Padi dan
palawija yang akan kita dapatkan akan cukup untuk persedian selama musim kemarau,”
katanya.
“ masa abah,sebegitu banyaknya? Cukup untuk persediaan sselama musim
kemarau?” Tanya ambu tidak yakin.
“ sudah pasti cukup ambu. Karena yang makan pun hanya kita, bertiga tambah
nyai iteng!”
“ biarlah si kabayan tidak kita bagi. Karena ia malas tidak membantu kita. Abah
sengaja berkata keras supaya pembicaraan itu terdengar oleh kabayan. Si kabayan memang
mendengar perkataan abah. Tadinya ia berharap kebaikan hati mertuanya. Harapan itu lenyap
setelah mendengar perkataan mertuanya. Kabayan pun mencari cara agar abah nya tidak
menaruh rasa tidak suka lagi kepadanya.
Keeesokan harinya kabayan menanyakan nama asli mertuanya kepada istrinya “
tolong beri tahu, nama abah itu sebenarnya siapa?” nyai akang kan menantunya. Kalau suatu
hari ada yang menanyakan nama abah kepada akang , masa harus jawab tidak tahu.
Kali ini nyai iteng tidak dapat menolak permintaan suaminya. “ kang , tapi janji
ya! Ini rahasia. Jangan bilang pada siapa pun.
“ ya nyai, akang janji! Sekarang sebutkan siapa namanya…!
“ guto,” jawabnya perlahan.
Setelah mengetahui nama mertuanya kabayan pun segera ke pasar untuk membeli
tapai. Di perasnya tapai itu sampai keluar airnya dan ia pun segera mandi dengan air tapai
dan menggulingkan badannya ke kapok, sehingga tubuhnya menyerupai hantu. Setelah itu ia
pun memanjat pohon beringain sampai berada di batang yang paling tinggi dan dapat melihat
mertuanya yang sedang memanen.
Ketika akan pulang tiba-tiba ada yang memanggil nama mertuanya dengan keras.
“ guto…guto…!
Mertua si kabayan sangat terkejut. Ia menengok kekiri dan kanan mencari suara
tersebut. “ Guto, kau sudah mendengarku, hah ?’
“ ya , eyang! Hamba sudah dengar…” sahut abah dengan suara gemetar.
“ Guto aku tidak makan nasi seperti manusia ! oleh karena itu, bagianku
kauberikan saja pada menantumu.
“ menantu? Menantu hamba ? kabayan ?”
SI kabayan  10
“ya, kabayan! Menantumu. Memang menantumu ada berapa?”
Guto tidak berbicara lagi. Kelu lidahnya. Di pelupuk matanya terbayang
menantunya. Selama ini ia menyia-nyiakan menantunya, bahkan hasil panen tidak di bagi.
Sejak itu mertua si kabayan tidak berani berkata kasar apalagi memperlakukan menantunya
sembarangan. Dan tidak tahu si kabayan bukan keturunan eyang karuhan sakti.
“si kabayan berburu kijang “
Pagi itu si kabayan terbangun oleh kokok ayam yang bersahut-sahut di halaman
belakang. Di susul dengan suara nyai iteng, “ kang,,kang,,,! Suaranya terdengar halus. “
katanya minta di bangunkan pagi-pagi,bukankah mau ke hutan?”
Jalan yang di penuhi batu-batuan yang tertata seperti tangga memudahkan
kabayan lebih cepat sampai di pancuran. Dari arah pancuran tampak abah menaiki tangga,
“ bah ! hari ini jadi kita berburu? “
“ pasti ! makanya abah subuh tadi terburu-buru bangun! Cepatlah,kabayan ! nanti
kita tertinggal rombongan.!”. kabayan menjawab singkat , “ ya bah “
Orang kampung begitu siapnya akan berburu , sementara kabayan santai saja.
Kain sarung yang tadi diikatkan di pinggang pun di  lepas karena tidak betah. Kain itu di
letakkan saja seenaknya di bahu, di kalungkan sebebasnya. Orang lain siap dengan golok dan
tombak, kabayan cukup dengan pisau raut.
Ketika sampai di dalam hutan, kepala rombongan mengatur siasat. Sesungguhnya
hutan yang ada di daerah itu merupakan hutan kecil,tetapi di huni berbagai binatang, dan
yang paling banyak penghuninya adalah kijang. Begitu rombongan di sebar, terasa hiruk-piruk oleh teriakan dari segala penjuru yang mengganggu ketenangan hutan. Kabayan tidak
ikut salah satu rombongan.rasanya malas harus berlari-lari di dalam hutan. Dia berdiri saja di
bawah pohon jambu batu hutan yang tumbuh,” Ah, mendingan menggalah jambu! Tuh
buahnya banyak dan sudah matang,pasti manis. Dia baru saja memanjat batang jambu,
terdengar suara teriakan temannya,” hadang! Hei hadang di sebelah situ,!”
Kabayan terperanjat tiba-tiba dari dalam semak-semak,tampak seekor kijang
jantanlari dengan kencang di hadapannya. Begitu kijang itu siap akan menyeruduk ke
arahnya,secepat kilat kabayan memanjat pohon jambu.Aka tetapi ia tidak bisa memanjat
sampai di atas , kain sarung yang di kalungkan di leher rupanya menghalanginya , dan terus
memanggil abah maupun teman-temannya tapi tidak adayang mendengar.allah sepertinya
mendengar permohonan kabayan. Entah bagaimana kejadiannya karena kabayan juga tidak
melihat kejadian itu ternyata tanduk kijang itu tersangkut kain sarungnya. Kijang jantan agak
menahan serudukannya . rupanya kujang itu ingin melepaskan tanduknya dari kain sarung
SI kabayan  11
yang kini sudah membelit-belit tanduknya. Akhirnya  muncul keberaniannya untuk berteriak
lebih kencang dan ternyata terdengar oleh temannya.Kepala kijang dan tanduknya tertutup
kain sarung kabayan. Tidak menunggu lama , salah seorangmelemparkan tombak kea rah
kijang.
Sementara itu, si kabayan yang sudah turun dari batang jambu, hanya dududk
selonjr. Napasnya masih tersenggal-senggal. Orang -orang yang yang sudah menyembelih
kijang serentak menyerubungi kabayan.
“ kang kabayan ! bagaimana caranya menangkap kijang itu ?”Tanya salah seorang
dari mereka.
“ iya kang . kijang sebesar itu, bagaimana menaklukannya? Kan senjata akang
hanya pisau raut?” Tanya yang lain ingin tahu.
Kabayan benar-benar jadi tersanjung. Segala ketakutan yang tadi menyergapnya
hilang seketika. Rasa lemas yang menyerangnya juga  hilang. Di benar-benar menjadi orang
yang paling gagah. Dia berdiri sambil menebar senyum ke segala arah. Akhirnya kabayan
pulang membawa paha kijang. “ tidak jadi nyi iteng  menertawakannya ! yang ada pasti
kebanggaan. Bangga karena suaminya telah berhasil memburu kijang. He,,,he….!”.
6.  Unsure-unsur instrinsik dari novel
  Tema
Si kabayan ini menceritakan tentang kehidupan seorang laki-laki dengan
keluarganya maupun lingkungannya. Si kabayan ini dikenal sebagai pemalas dapat di
lihat dalam kutipan “ dengan malas si kabayan bangun,sambil menatap istrinya yang
sedang berdiri membawa jeujur pancing “ padahal sebenarnya memeiliki akal yang
cerdik dapat di lihat pada kutipan “ si kabayan sudah menemukan akal supaya
mendapatkan undangan dari tetangganya “.
  Setting
•  Di rumah, dalam kutipan “ dari jendela rumah ,pemandangan pertama
yang tersuguh tiada lain gunung dengan bukit memagari pedesaan “
•  Di sawah ,dalam kutipan “ tidak ragu-ragu lagi di dorong suaminya ke
sawah”
•  Di sungai,dalam kutipan “ kabayan dan mertuanya sudah ada di pinggir
sungai “
•  Di hutan, dalam kutipan “pagi itu rombongan mereka berangkat ke hutan
yang jarang terjamah manusia “
SI kabayan  12
  Alur
Alur yang terdapat dalam setiap cerita dalam novel ini termasuk alur
maju,karena beberapa kutipan dalam novel ini menceritakan peristiwa selanjutnya
dan tidak mengalami penceritaan berulang.
  Perwatakan ( penikohan ) novel
•  Si kabayan
  pemalas “ rasanya malas harus berlari-lari di dalam hutan “
  pemarah “ si kabayan tidak menjawab. Hatinya yang sejak tadi
sakit bertambah panas.”
  Cerdik “ dengan cepat ia memasukkan nilam ke dalam korang-nya
tanpa sengetahuan pak kades “
  Cuek “ orang lain siap dengan golok dan tombak ia hanya dengan
pisau raut”
•  Abah
  Iba “ suara si kabayan yang tertahan dan pelan memebuat
mertuanya menjadi iba “
  Emosi “ah, sungguh keterlaluan si kabayan! orang tua di suruh
kerja sendiri “
  Pekerja keras “ peluh sudah mengucuri tubuh abah “
  Penyabar “ dari tadi juga abah menuggu kamu! Ayo berangkat”
•  Ambu
  Pekerja keras “ ah, ambu, mungkin bekerja lebih keras di banding
abah
•  Nyai iteng
  Rajin “ hari masih gelap,samar-samar tetapi jalan kea rah pancuran
ia sudah hafal “
  Bertanggung jawab “oh, itu aceuk,tadi the lagi menanak nasi dan
menjerang air!” jawabnya pendek .
  Pemarah “ jangan ngelantur heh ! kata istrinya dengan sengit “
  Penasaran “ karena tidak ada tanda kepulangan kabayan nyai iteng
menyusul ke sawah “
•  Pak kades
  Cepat terpengaruh “kepala desa sangat terpengaruh dengan
berbagai keterangan si kabayan dan orang-orang yangberada di
situ “
  Sudut pandang
Sudut pandang dalam setiap ceruta novel ini menggunakan sudut
pandang orang pertama ini dapat kita lihat dalam penyebutan nama setiap tokohnya
yaitu kabayan,nyai iteng, abah ( guto ),ambu, pak kades.
SI kabayan  13
  Mood ( daya ajukan )
Cerita si kabayan memeiliki daya ajuk kepada para  pembacanya
diantaranya utuk mencapai kepusan dan hiburan bagi para pembacanya.
7.  Unsure-unsur ekstrinsk novel
  Sejarah pengarang
Cerita si kabayan adalah sastra lisan sunda yang  sangat terkenal dalam
kehidupan masyarakat sunda. Bahkan ,boleh jadi cerita si kabayan terkenal pula di luar
masyarakat sunda , meskipun kenal sebatas nama tokohnya sedangkan ceritanya seperti
apa belum banyak di ketahui,antara lain karena faktor bahasa. Oleh karena itu penulisan
kembali cerita ini perlu di lakukan agar karya sastra daerah tidak hanya di kenal di
daerahnya tetapi meng- Indonesia.
Cerita si kabayan ini bersumber pada terbitan tarate, di bandung 1980
dengan judul si kabayan karya M.O.Koesman, yang di tulis dalam bahasa sunda.
  Unsur pendidikan novel
Terdapat beberapa unsur pendidikan dalam novel “ sikabayan “ yaitu:
•  Kesabaran , ketabahan, dan kasih sayang
•  Rasa tanggung jawab seorang istri sebagai ibu rumahtangga
•  Harus bekerja keras jika ingin mencapai sesuatu
•  Jangan terpengaruh terhadap omongan orang lain
  Unsur adat istiadat novel
Adat istiadat yang terkandung dalam novel ini adalah cara penggunaan bahasa
yang di gunakan para pemeran di dalan cerita tersebut sangat kental dengan dengan
sunda .” ya eling atuh!” jawab si kabayan samba tetap berbicara sendiri “ sadeupa..dua
deupa..tiga deupa..!”
  Unsur agama novel
Sangat banyak terdapat unsur-unsur agama dalam  novel yang berjudul si
kabayan salah satunya pengucapan “ bismillahirrahmanrrahim” dan juga “
astaghfirullhaladzim”
SI kabayan  14
8.  Nilai – nilai yang terkandung dalam novel
  Nilai moral novel
Dalam novel yang berjudul si kabayan ini ada beberapa nilai moral yaitu:
  Jangan suka selalu membohongi orang lain
  Jangan suka mementingkan diri sendiri ( egois )
  Sikap tanggung jawab yang di tunjukkan seorang istri terhadap
keluarganya.
  Jangan terpengaruh dengan omongan orang lain.
  Nilai estetika ( nilai keindahan ) novel
  Banyak menggunakan gaya bahasa daerah “oh, begitu?”ya sok atuh,entar gosong
nasinya”
  Meletakkan sifat-sifat kelucuan di dalam novel “ mereka heran melihat si
kabayan telanjang mengelilingi rumah,sambil mengukur-ngukur dengan
tangannya.”
  Nilai sosial budaya novel
Ada beberapa nilai social budaya yang tedapat dalamnovel si kabayan
diantaranya yaitu penampilan penulisan nama tokoh dalam cerita dan penampilan kata
atau kalimat yang bersifat kedaerahan.
  Nilai agama novel
Cerita yang berjudul si kabayan ini memeiliki nilaikeagmaan. Hal ini di
sebabkan karena adanya hubungan antara tokoh denganpenciptanya seperti pada kutipan
“ allah sepertinya mendengar permohonan kabayan “
  Nilai pendidikan novel
Dalam novel yang berjudul si kabayan ini terdapat nilai-nilai pendidikan yang
dapat di pahami yaitu :
  Jangan pernah meremehkan oaring lain,seperti kabayan yang di kenal sebagai
pemalas tetapi memeiliki kecerdikan yang luar biasa, seperti pada kutipan “ si
kabayan tidak kehilangan akal tempat ikan sudah penuh tetapi kain sarung pun di
jadikan tempat penyimpanan ikan “
  Jangan cepat menaruh sifat dendam kepada orang lain, sebelum mengetahui
kepastiannya, seperti pada kutipan “ maafkanlah, kabayan!sekalinlagi maaf,kami
khilaf. Mungkin kamu terlewatkan atau mungkin saja terlupakan “
Demikianlah ringkasan novel yang dapat saya rangkummenjadi sebuah resensi novel
yang berjudul “ si kabayan “
Saya berharap dapat memberikan kepusan dan hiburan  bagi para pembaca serta
memahami dan menaggapi dari pesan-pesan yang terkandung dalam novel ini serta dapat
di amalkan dalam kehidupan sehari-hari.

No comments:

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More